undefined
undefined
KS dan Vian
Seorang pria yang sangat humoris, suatu ketika divonis oleh dokter bahwa ia menderita penyakit kronis dan hidupnya tidak lama lagi. Sulit bagi dokter tersebut untuk memberitahupria itu tentang apa yang sebenarnya terjadi. “Pak, sulit sekali bagi saya untuk mengatakan ini. Tapi anda harus mengetahuinya..bahwa Anda….menderita penyakit kanker otak stadium 2,” kata dokter itu dengan terbata-bata.
Namun, ternyata reaksi pria itu sungguh di luar dugaan. Setelah sempat terdiam beberapa detik, ia kemudian tertawa keras. Dokter dan perawat sempat mengira pria ini terguncang jiwanya mendengar kabar itu dan membuat dia menjadi kurang waras. Tapi, kemudian pria itu berkata, “Kanker otak, ya?” Waww.. itu bukan penyakit sembarangan, dan jarang-jarang ada yang kena…. hahahaha…hahaha” Tak hanya itu, ia bahkan dengan enteng menceritakan penyakitnya itu ke pasien-pasien lain di RS itu, tak lupa sambil selalu tertawa. Seolah penyakitnya itu hanyalah satu episode lucu dalam hidupnya.
Empat bulan kemudian, kondisinya semakin memburuk. Ia tak mampu lagi melakukan aktivitas seperti biasanya. Ia terbaring lemah di tempat tidur, tapi matanya masih menunjukan keceriaan. Dokter mengunjunginya, dan dengan berat mengatakan bahwa hidupnya mungkin tak lama lagi. Pria itu meminta sang dokter mendekat ke arahnya, dan ia membisikkan sesuatu ke telinga seorang dokter.
Dokter itu tampak terkejut, tapi karena itu adalh permintaan seseorang yang hidupnya tak lama lagi, dokter itu pun menurutinya. Dua bulan kemudian, pria itu meninggal dunia. Bertahun-tahun kemudian, sang dokter masih sering dating ke kamar bekas pasiennya itu untuk mengenangnya. Seorang suster yang belum lama kerja di RS itu bertanya mengapa mantan pasien itu begitu special buat sang dokter. “Pria ini begitu luar biasa. Ia menerima vonisnya dengan ketegaran yang menakjubkan, dan ia tak pernah lelah membagikan canda dan tawa kepada semua orang di RS ini. Bahkan sebelum meninggal, ia berpesan bahwa ia ingin difoto sambil tersenyum,” kata dokter itu tak kuasa menahan haru.
“Hah, jadi orang yang ada di foto itu…?” Suster itu pun terkejut.
Foto pria itu dipasang di Lobi RS sehingga siapapun yang melihatnya akan terinspirasi oleh keceriaannya yang terpancar dari wajahnya. Penyakit tidak bisa mengalahkannya. Ia tetap bahagia, tak peduli bagaimana kondisinya.


Pesan cerita :

Anda tidak perlu menunggu menjadi kaya, terkenal, atau mungkin sembuh dari penyakit kronis untuk bahagia. Karena bahagia itu sangat sederhana. Kunci kebahagian adalah bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidup. Berbahagialah selama kamu masih hidup. ^^
undefined
undefined
KS dan Vian
Post ini gue ambil dari Blog nya Marsha, THIS MY LIFE.
Bagi yang membutuhkan, silahkan copy-paste. Saya mengijinkan.



PENDIDIKAN LUAR KELAS (OUTDOOR EDUCATION)
AKTIVITAS ALAM BEBAS

Aktivitas yang bisa dilakukan di alam bebas banyak ragamnya, antara lain berolah raga, menyalurkan hobi, sarana pendidikan, atau sekadar menikmati keindahan alam. Pernahkah kamu merencanakan aktivitas penjelajahan di alam bebas? Bagaimana memecahkan masalah yang ditemukan ketika melakukan aktivitas alam bebas tersebut?

A. RENCANA KEGIATAN PENJELAJAHAN
Aktivitas yang akan dilakukan kemunselama berpetualang di alam bebas perlu dipersiapkan oleh setiap petualang atau pendaki. Hal ini mengurangi kemungkinan berbagai risiko yang terjadi. Cuaca yang buruk, medan yang sulit dilalui, dan minimnya sumber air merupakan risiko-risiko yang harus diantisipasi sedini mungkin dengan persiapan fisik, mental, skill/keterampilan, dan informasi yang lengkap. Jangan memaksakan kehendak pribadi yang dapat merugikan kelompok. Kondisi kesehatan harus benar-benar fit dan menyadari kemampuan diri atas aktivitas yang akan dilakukan untuk mengurangi risiko-risiko yang terjadi. Selain itu, perlengkapan dan perbekalan yang dibawa tidak perlu mahal atau bagus, yang penting berguna dan mempunyai fungsi yang tepat.
Sebagai titik acuan kegiatan, sebaiknya melakukan perencanaan aktivitas agar dalam perjalanan dapat terarah dan terkendali. Misalnya, membentuk kelompok dan memilih pemimpin yang berpengalama, merencanakan kegiatan selama di alam bebas, termasuk perlengkapan yang dibawa, kapan, berapa lama, di mana, dan bagaimana mencapai daerah tujuannya.
Berdasarkan aktivitas yang dilakukan, perlengkapan dapat dikelompokkan pula menjadi tiga, yaitu perlengkapan pribadi, perlengkapan kelompok, dan perlengkapan teknis. Perlengkapan pribadi disesuaikan dengan kebutuhan pribadi seperti yang akan dijelaskan dalam buku ini. Perlengkapan kelompok adalah perlengkapan yang dibawa tidak hanya untuk kebutuhan pribadi, tetapi memenuhi pula kebutuhan semua anggota kelompok, seperti perlengkapan P3K, tenda, peralatan masak dan makan, bahan bakar (spiritus, parafin, minyak tanah, dan perlengkapan lainnya). Perlengkapan teknis, yaitu perlengkapan khusus aktivitas yang akan dilakukan, misalnya perlengkapan untuk penelitian, pendakian, ekspedisi, atau arung jeram.

B. PERSIAPAN DAN PENDAKIAN

1. Perlengkapan Mendaki
Untuk sebuah pendakian gunung dibutuhkan peralatan yang memadai. Perlengkapan mendaki gunung, antara lain sebagai berikut.

a. Sepatu
Sepatu merupakan perlengkapan terpenting dalam mendaki gunung. Sepatu untuk mendaki harus memiliki sol yang baik, yaitu mempunyai “kembang” yang besar dengan ceruk yang tajam serta berpunggung tinggi. Sol seperti ini berguna untuk meletakkan kaki secara mantap pada tebing-tebing curam dan berbatu serta sangat membantu kaki untuk menahan berat badan pendaki.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih sepatu untuk berjalan di alam atau mendaki gunung. Pertama-tama perhatikan ruangan di dalam sepatu. Apakah ruangan tersebut luas, sehingga jari-jari kaki tidak terdorong ke depan dan tertekuk? Ini penting sekali diperhitungkan, terutama untuk menuruni gunung atau lembah. Pilihlah satu nomor lebih besar dari ukuran sesungguhnya dan mempunyai leher yang cukup tinggi, sehingga melindungi mata kaki dan memperkokoh pergelangan kaki.

b. Ransel
Ransel merupakan perlengkapan untuk membawa semua barang ketika berjalan atau mendaki gunung. Dengan mengenakan ransel, berat barang-barang dipanggul dan ditahan oleh pundak. Kedua belah tangan pun bebas dan tidak usah memegangi barang-barang tersebut. Komponen penting pada sebuah ransel adalah sabuk penggendong. Setiap ransel mempunyai dua buah sabuk penggendong yang menyilang di bahu. Sabuk yang baik adalah yang dilapisi busa atau bahan lembut lainnya, agar beban ransel tidak menyebabkan bahu sakit.
Kenyamanan membawa ransel tergantung pada pengepakan barang di dalamnya. Ada beberapa prinsip yang harus dipegang dalam pengepakan, antara lain sebagai berikut.
1) Letakkan barang-barang yang berat di bagian atas dan barang-barang yang ringan di bagian bawah. Itu penting dilakukan agar berat seluruh beban jatuh di pundak, bukan di pinggang atau punggung. Bagilah berat itu secara merata di sebelah kiri dan kanan, jangan menyiksa salah satu bahu dengan berat yang tidak seimbang.
2) Letakkan barang-barang yang dibutuhkan dalam perjalanan di bagian atas. Sedapat mungkin kelompokkan barang-barang tersebut menurut fungsinya, lalu letakkan bersama-sama menurut tingkat kebutuhannya. Perlengkapan tidur misalnya, diletakkan paling bawah karena baru akan digunakan pada waktu malam hari. Pakaian diletakkan di atasnya. Kemudian dimasukkan perlengkapan masak dan makanan. Tenda diletakkan paling atas. Karena selain lebih berat, juga karena harus dipasang terlebih dahulu pada waktu akan berkemah.
3) Manfaatkan ruangan yang ada di dalam ransel seefisien mungkin. Maksudnya, apabila ada panci di dalam ransel, jangan biarkan ruangan di dalam panci kosong. Isilah ruangan itu dengan benda-benda lain yang dapat masuk, misalnya: beras dan telur. Demikian pula bila ada cangkir, isilah dengan benda-benda kecil yang mungkin masuk, misalnya bungkusan gula dan kopi.
c. Pakaian
Perubahan suhu udara sering terjadi secara tidak terduga di gunung. Oleh karena itu, pakaian mendaki gunung harus dipilih sesuai dengan keadaan tersebut. Pemilihan bahan atau model pakaian mesti dipilih terutama untuk menjaga kehangatan tubuh, mampu menahan serangan angin atau hujan. Selain itu juga harus diperhitungkan bahwa ketika berjalan atau mendaki gunung, pakaian tidak menyebabkan keringat tertahan hingga terjadi kondensasi di permukaan kulit.
Parka dan anorak adalah model jaket untuk menahan angin dan menahan air (jaket hujan). Secara umum, parka untuk menahan angin terdiri atas dua jenis. Jenis pertama adalah parka yang terbuat dari bahan sederhana, seperti katun atau nilon. Di dalamnya, masih memakai baju lain, seperti kaus atau sweater. Jenis kedua adalah yang disebut super parka atau down jacket. Jaket ini terbuat dari bahan dua lapis yang berisi dacron atau down. Jaket jenis ini berguna sekali untuk udara dingin di gunung-gunung es karena mampu menghangatkan badan kendati udara berada di bawah nol derajat celcius.

d. Tenda
Tenda merupakan tempat yang terbaik untuk berlindung terhadap angin dan hujan. Di sinilah pendaki gunung beristirahat dengan sebaik-baiknya, setelah seharian penuh berjalan. Tidur di tenda yang nyaman akan mengembalikan tenaga, agar mampu melanjutkan perjalanan esok hari. Dilihat dari konstruksinya, tenda dapat dibagi atas dua golongan, yaitu tenda bertiang dan tenda berangka. Tenda yang bertiang membuat ruangan di dalamnya sempit, akan tetapi lebih sederhana dan ringan karena tidak banyak memakai tongkat logam.
Dari bentuknya, tenda secara garis besar terbagi atas tipe prisma, tipe piramid, dan tipe kubah. Memang masih ada tenda-tenda yang bentuknya tampak lain, tetapi bila dilihat dengan teliti sebenarnya bentuk itu merupakan variasi saja dari salah satu tipe tersebut atau gabungan dari beberapa tipe.
Ada tenda yang sesungguhnya mempunyai bentuk tipe prisma tetapi dindingnya dibuat lebih tinggi, sehingga atapnya menyempit. Ada pula tenda tipe piramid yang dindingnya demikian luas, sehingga bentuknya kubus yang diberi atap.

e. Perlengkapan Tidur
Tidur di gunung yang berhawa dingin membutuhkan perlengkapan khusus. Sarung atau selimut tentu saja bukan perlengkapan yang memadai. Selimut yang tebal mungkin cukup hangat pada gunung-gunung yang rendah dan tidak terlalu dingin. Akan tetapi, selimut yang tebal, selain berat dan besar bila dilipat, juga tidak dapat menjamin terus apakah cukup mampu menahan dingin di gunung yang cuacanya tidak pernah bisa diramalkan.
Bahan yang terbaik untuk kantung tidur di gunung adalah down atau duvet. Down atau duvet adalah bulu-bulu halus dari unggas akuatik, biasanya angsa atau bebek. Bulu-bulu halus tersebut terdapat di antara kulit dan bulu-bulu kasar yang kelihatannya secara fisik pada angsa atau bebek. Dengan sendirinya, kantong tidur dari bahan ini sangat mahal harganya. Down atau duvet mampu menghangatkan badan kendati suhu udara di bawah nol derajat celcius. Tentu saja ketebalan kantong tidur dan banyaknya down atau duvet menentukan sampai berapa derajat suhu udara yang mampu dilawan ole sebuah kantong tidur.

f. Perlengkapan masak
Kalau tidak terpaksa sekali, masak di atas gunung dengan menggunakan kayu sudah bukan zamannya lagi. Di Indonesia memang kebanyakan gunung berhutan lebat dan mudah mencari kayu untuk masak, tetapi pada beberapa gunung tinggi di Irian Jaya sama sekali tidak ditemukan sepotong kayu pun untuk digunakan sebagai bahan bakar.
Kompor yang kecil dan praktis adalah pilihan terbaik untuk masak di gunung. Di beberapa kota besar di Indonesia, kompor gas butana (butane) yang kecil dan ringan menjadi pilihan. Di Indonesia, kompor gas butana yang ada di pasaran adalah “Super Bleuet 206” buatan Perancis. Dengan beberapa tabung gas (catridge) sebagai cadangan, kompor ini praktis dipakai untuk pendakian gunung satu atau tiga hari lamanya. Panas yang dihasilkan kompor gas ini sangat baik karena apinya tidak menyebabkan panci berkerak dan hitam. Akan tetapi, gas tidak diperkenankan masuk pesawat terbang, sehingga hal ini menjadi masalah tersendiri apabila rencana pendakian akan dilakukan di pulau lain yang jauh dan membutuhkan pesawat terbang sebagai transportasi.
Setelah kompor, kini perlengkapan yang harus disediakan adalah panci kecil dari aluminium atau baja putih (stainless steel). Dua belah panci kecil adalah jumlah yang cukup untuk melengkapi sebuah pendakian gunung. Jangan lupa membawa tapas untuk mencuci panci dan peralatan lain, juga lap untuk mengeringkannya. Sebagai pengganti sabun cuci, pergunakanlah tanah atau pasir, terutama apabila di panci tersebut melekat minyak atau lemak makanan.
Perlengkapan yang lebih praktis adalah yang biasa disebut nesting, yaitu satu set panci yang dapat disusun menjadi satu apabila tidak dipakai. Nesting yang biasa dipakai tentara adalah bentuk yang praktis terdiri dari dua buah panci dan satu piring yang dapat pula dipakai untuk menggoreng, dilengkapi dengan dua buah tangkai panci yang dapat dilepas dan dipasang.
Sendok dan cangkir yang terbuat dari melamin baik sekali untuk dibawa ke gunung. Kelebihan melamin adalah kemampuannya untuk bersih karena hanya dengan siraman sedikit air saja sendok atau cangkir melamin langsung bersih. Bahkan, hanya dengan diseka kertas tissue atau lumut, melamin sudah cukup bersih. Minyak dan gemuk yang melekat akan gampang melepas.

g. Perlengkapan dan Air Minum
Makanan siap pakai (instant) merupakan pilihan pertama untuk dibawa sebagai bekal mendaki gunung. Banyak keuntungan dari makanan siap pakai ini, yaitu ringkas serta cepat masak sehingga menghemat waktu dan bahan kompor. Ini penting agar pendaki tidak repot membawa ekstra bahan bakar untuk kompor dan membuang waktu hanya untuk memasak. Lagipula dewasa ini tidak ada kesulitan untuk memperoleh makanan siap pakai atau saji di toko-toko, seperti korned (daging kaleng), sarden, mie instant, biskuit, coklat, dan havermout.
Kebiasaan makan di gunung sedikitnya harus dibatasi. Misalnya, beras terlalu berat untuk dibawa dan banyak menghabiskan bahan bakar untuk memasaknya. Fungsi nasi bisa diganti dengan makanan-makanan lain yang banyak mengandung hidrat arang. Misalnya, roti, biskuit, havermout, atau apel kering.
Seorang pendaki gunung setiap hari membutuhkan sekitar 5.000 kalori dari 70 gram sampai 100 gram protein. Pengaturan makanan yang baik akan membantu pengeluaran tenaga secara efektif. Pembagian makanan itu sebaiknya juga mempertimbangkan kemudahan-kemudahan, terutama ketika sedang dalam perjalanan.

h.Perlengkapan Tambahan
Selain perlengkapan utama, untuk melengkapi pendakian masih ada sederetan daftar barang yang harus dibawa. Pada waktu berkemah di malam hari, senter merupakan perlengkapan penting. Pilihlah senter yang kedap air. Beberapa batang lilin ada baiknya dibawa karena akan berguna sebagai penerang apabila tidak ada angin. Dalam suatu regu pendakian yang beranggotakan banyak orang, lentera yang tahan tiupan angin kencang merupakan pilihan yang baik untuk penerangan di malam hari.
Payung yang dapat dilipat dengan ringkas merupakan perlengkapan yang kerap dilupakan. Kendati bermanfaat banyak, payung bukan hanya berguna untuk melindungi tubuh dari hujan dan sengatan matahari, tetapi dapat pula dipakai untuk menampung air. Payung yang dikembangkan dan ditelentangkan dapat pula mengumpulkan titik-titik air yang menempel di daun-daun.
Perlengkapan lain yang harus dibawa seperti golok atau parang, kantong plastik, penangkis serangga (insect repellent), dan minyak pelindung matahari (sun oil, sun burn, atau sun preventives). Untuk perlengkapan pribadi, jangan lupa membawa obat-obatan pribadi (terutama yang mempunyai penyakit tertentu), satu set peralatan P3K, dan perlengkapan kebersihan badan seperti sabun, odol, sikat gigi, sisir, cukur kumis, dan perlengkapan lainnya.

2. Cara Mendaki Gunung
Pendakian dimulai melalui padang rumput atau hutan, tetapi harus tetap pada jalur (jalan) menuju puncak gunung. Pendakian semacam ini tidak membutuhkan peralatan khusus, melainkan hanya membutuhkan fisik yang prima. Namun, hal itu tetap harus membawa perlengkapan bantuan pertama, seperti pakaian dingin dan makanan tambahan.
Akan tetapi, mungkin setelah melalui jalan tersebut, terdapat karang curam yang kelihatannya gampang untuk ditempuh dan hanya sesekali menggunakan tangan yang disebut Grade I. Setelah itu terdapat karang yang lebih curam (Grade II dan III). Di sini para pemanjat harus menggunakan tali bersama-sama, karena bila satu yang terpeleset, maka yang lainnya dapat menghalanginya terjatuh.
Jika karan lebih curajm lagi dan lebih berbahaya (Grade IV dan V) semua pendaki sebaiknya berhenti di tempat yang aman. Pendaki kedua mengulurkan tali kepada pimpinan (leader) yang terus melakukan pemanjatan. Setelah berada pada tempat yang aman, pimpinan akan membawa satu per satu ke tempat tersebut. Jika tidak terdapat tempat yang aman, maka pemanjat dapat membuat sendiri dengan cara menancapkan paku (spike) besi ke atau piton ke dalam celah karang. Pendaki harus membuat atau mengebor karang dan menaruh baur atau mut tertentu yang berfungsi sebagai piton.
Para pendaki dapat melakukan pemanjatan vertikal sempurna atau bergantung pada karang walaupun tanpa jalan di sekitarnya. Cara ini harus mempunyai persiapan yang matang dengan suatu jenis pemanjatan yang dikembangkan pada abad XX, seperti artifical dan tension climbing. Pimpinan akan membuat tangga dari piton. Pemanjat yang ada di bawah menjaga (hold) pimpinan dari ujung piton. Sementara itu, ia menancapkan satu lagi di atasnya dan pemanjat dapat berdiri pada pemijak kaki bergancu (strub hooeg) yang dikaitkan ke piton dan dapat menggunakan tangga portable yang pendek untuk memanjat lebih tinggi.
Puncak gunung yang tinggi biasanya diselimuti oleh es atau salju. Kalau terdapat es dari salju, pendaki dapat membuat tempat pijakan menggunakan kepah es. Setiap pendaki harus membawa kerangka baja dengan paku (spike) tajam yang disebut crampons (piringan besi dan paku), lalu mengikatkan kerangka tersebut ke boot. Dengan demikian, pemanjat dapat berjalan mendaki tanpa tergelincir walaupun pada kemiringan 40 derajat. Pendakian merupakan olah raga yang berisiko tinggi dan keberhasilan menaklukan suatu puncak merupakan suatu kebanggaan.
undefined
undefined
KS dan Vian
Kejadian ini berlangsung tadi siang. Waktu itu gue lagi makan ama temen sekelas. Tau-tau ada Lia (baca: temen'e audrey)yang bawa surat dari anak kelas 7. surat itu langsung gue kasih ke kaye lalu dibaca ama temen-temen anak kelas 9I. Ne ada foto surat itu.



nama pengirim suratnya ane sensor biar kagak sakit ati.
undefined
undefined
KS dan Vian
Gue pingin ngepost foto-foto gue saat negrayain My Birthday tanggal 15 Oktober 2010. Ini foto-foto kekonyolan temen GranaT.









Segini aja foto-fotonya, ntar nambah lagi.

Have a nice day :)
undefined
undefined
KS dan Vian
Namaku Natasha Firachan Putri atau sering dipanggil Safira, aku dilahirkan pada tanggal 13 Januari 1997. Kata orang, angka 13 adalah angka sial. Tapi aku tak memikirkan persoalan itu. Aku hidup di dunia ini bersama kakek dan nenek. Aku memang sudah tak hidup bersama kedua orangtuaku. 5 tahun yang lalu orangtuaku memutuskan untuk berpisah, ayah menikah lagi dengan wanita yang sangat aku benci. Karena wanita itu telah menggangu ketentraman keluargaku. Wanita itu adalah sekertaris muda yang bekerja di perusahaan ayahku. Sedangkan ibuku ? Yap, ibuku telah meninggal 2 tahun yang lalu. Ibu mengalami kecelakaan setelah mengatar ku ke sekolah. Dan kini aku sudah senang hidup bersama kakek dan nenekku, walaupun aku tidak seperti teman-temanku yang dapat kasih sayang dari ibu mereka. Tapi itu tidak menggangu dalam pendidikanku selama ini. Sekarang aku telah duduk di bangku kelas 7 di SMP Central Park di Kota Semarang. Sebelumnya kami tinggal di Palembang. Berhubung Kakek mendapat tugas di Semarang, aku dan nenek pun pindah ke Semarang.
Pagi ini adalah hari pertamaku bersekolah di SMP Central Park. Sekolah yang berada di jalan Pattimura ini sudah ada di depan mata. Tak seperti sekolahku dulu yang sangat kecil dan banjir jika ada hujan. Sedangkan Sekolah yang sudah ada di depan mataku ini sangatlah memukau. Dengan tekstur eropa yang unik, juga warna cat yang beraneka ragam membuatku bertambah semangat untuk bersekolah di tempat ini. Aku mulai memasuki gedung sekolah tersebut. Aku mulai mencari letak kelas 7f, kelas baruku. Mondar-mandir aku cari kelas ini, tetapi tak ketemu juga.
“Anak baru, ya ?” tanya seorang perempuan yang dari tadi melihatiku.
“Iya ni, Daritadi aku mencari kelas 7f.” kataku.
“Bolehkan aku mengantarmu ke kelas 7f ? Aku juga anak kelas 7f.” katanya.
“Boleh, berarti kau teman sekelasku. Perkenalkan namaku Safira. Siapa namamu ?” tanyaku sambil menuju kelas 7f.
“Namaku Stevia Chorie Anthony, panggil aja aku Rieri.” katanya.
“Nama yang bagus.” ujarku.
Rieri pun diam tak membalas pembicaraanku. Akhirnya kita sudah sampai kelas 7f yang daritadi aku cari. Aku meletakkan tasku di bangku tengah yang masih kosong. Ketika aku keluar kelas, Rieri sudah tidak ada. Aku kembali ke bangkuku dan memikirkan kemana perginya si Rieri. Jam menunjukan pukul 06.55, berarti 5 menit lagi bel berbunyi. 3 menit sebelum bel berbunyi, anak-anak berlarian menuju kelas masing-masing. Kini kelas ku dipenuhi dengan wajah-wajah yang belum kukenali. Tetapi ada sesuatu yang mengganjal di pikiranku, dimana Rieri ? Bel pun berbunyi dan Rieri tak ada di kelasku. Pikiranku kini terbagi menjadi dua antara pelajaran dan Rieri. Pikiranku menjadi tak konsen. Setelah bel istirahat berbunyi, aku bertanya pada teman sebelahku yang bernama Sinta.
“ Rieri dimana, ya?” ucapku.
“Rieri siapa ?” Sinta menjawabku dengan bingung.
“Rieri teman sekelas kita, kamu tak kenal ya?” balasku.
“Di kelas ini gak ada yang namanya Rieri” ucapnya sambil meninggalkan aku.
Kini aku bertambah bingung. Siapakah Rieri yang tadi pagi berkenalan denganku ? Sambil menuju kantin, aku masih saja memikirkan tentang Rieri. Apa itu hanya khayalanku ? Aku yakin bahwa Rieri menemuiku tadi pagi. Aku berusaha untuk melupakan kejadian teersebut, namun tetap saja menempel dalam pikiranku.
“Kamu kenapa, Sa? Tanya Sinta yang daritadi melihatiku.
“Gak pa kok, aku Cuma bingung aja.”
“Bingung kenapa? Apa tentang si Rieri?”
“Iya, soalnya tadi pagi aku ketemu sama anak yang namanya Rieri. Dia tadi yang mengantarku ke kelas.”
“Emang orangnya kayak gimana sih?”
“Anaknya sih cantik, putih, tinggi. Dari tampangnya pun sepertinya anak pintar.”
Krinnnggg....
Bel tua itu pun berbunyi menandakan bahwa istirahat sudah selesai. Aku dan Sinta kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran. Setelah ini adalah jam pelajarannya Pak Wan, guru matematika kami
“Aduh, aku lupa bawa buku paket matematika ni.” suara Sinta mengagetkanku.
“Barengan ama aku aja ni”
“Makasih ya , Sa.”
Tak terasa bel pulang telah berbunyi. Aku dan sinta keluar kelas bersama-sama. Kebetulan rumah kami satu arah. Kami pulang dengan angkutan kota jurusan Penggaron. Dan tak disangka pula rumah kami satu komplek. Sangat kebetulan sekali.
“Sin, aku balik dulu ya.” Kataku sambil meninggalkan Sinta di depan rumahnya.
“Ati-ati ya, Sa.” Sahutnya sambil melambaikan tangannya padaku.
Aku berjalan menuju rumahku sambil memikirkan si Rieri. Rieri tidak bisa hilang dari pikiranku. Tapi lama-kelamaan Rieri terhapuskan oleh hari-hariku.
Kini 2 tahun sudah aku bersekolah di SMP Central Park. Sekarang aku duduk di kelas 9c. Kini aku sudah tidak sekelas dengan Sinta. Namun aku tetap bercanda denganya saat istirahat. Aku pun sudah punya pacar, Dion namanya. Dia anak basket di sekolahku. Ia termasuk cowok populer di sekolah. Aku senang bisa punya pacar yang setia. Hubungan kami sudah berumur 9 bulan, waktu yang tidak pendek.
Hari ini tepat 3 tahun aku sekolah di SMP ini. Teringat masa-masa pertama ketika aku masuk SMP ini. Pikiranku pun teringat Rieri.
“Good morning, Safira!” Suara Sinta mengagetkanku.
“Ada apa sih Sin? Ngagetin aja.”
“Ih, nyapa aja gak boleh.”
“Boleh asal jangan ngagetin gitu.”
“Maaf deh ! Eh udah ngerjain tugas bahasa Indonesia?”
“Tugas yang mana?”
“Tugas yang disuruh baca indeks buku tu lho. Temenin aku ngerjain di perpustakaan yuk.”
“OMG ! Aku lupa ngerjain tugas itu. Yuk ke perpustakaan, aku juga sekalian mau buat.
Aku dan Sinta buru-buru ke perpustakaan. Disana kami langsung mencari buku yang ada indeksnya. Tak sengaja ada buku jatuh dihadapanku. Aku ambil buku tersebut dan di covernya bertuliskan “Buku Kenangan th 1996/1997”. Aku segera membuka-buka buku tersebut. Tepat di halaman 23, aku kaget dengan foto gadis cantik yang dibawahnya bertuliskan STEVIA CHORIE ANTHONY. Kenapa ada Rieri di buku ini ? Ada apa dengan Rieri? Aku mulai mencari tahu tentang Rieri. Aku mencari narasumber-narasumber yang mungkin mengetahu tentang Rieri. Hingga akhirnya aku bertanya pada Pak Dudung, penjaga sekolahku. Dia menceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata Rieri sudah meninggal 15 tahun yang lalu. Dia memang murid sekolah ini. Dia diperkosa oleh satpam sekolah dan dibunuh di kamar mandi, mayatnya dikubur di taman mawar di sekolah ini. Hingga saat ini arwahnya masih sering menakut-nakuti murid disini. Dan setiap ada bunga mawar hitam pasti disitu ada Rieri.
undefined
undefined
KS dan Vian
Saat itu seorang profesor bertanya pada mahasiswanya.

Profesor : "Siapa yang pernah melihat Tuhan?"

Mahasiswanya tidak ada yang mengacungkan jari, Profesor itu bertanya lagi.

Profesor : "Siapa yang pernah menyentuh Tuhan?"

Sekali lagi mahasiswa itu tidak ada yang mengacungkan jari. Lalu profesor itu berkata lagi.

Profesor : "Jadi kesimpulannya Tuhan itu tidak ada."

Saat itu juga ada seorang mahasiswa yang berdiri dan bertanya pada teman-temannya.

Mahasiswa : "Teman-teman, siapa yang pernah melihat otak profesor?"

Tidak ada yang menjawab. Mahsiswa itu bertanya lagi.

Mahasiswa : "Siapa yang pernah menyentuh otak profesor?"

Sekali lagi tidak ada yang menjawab. Mayhasiswa itu lalu berbicara dengan lantang.

Mahasiswa : "Jadi kesimpulannya PROFESOR TIDAK PUNYA OTAK !"
undefined
undefined
KS dan Vian
Lina baru masuk SMA, masa-masa pubernya bikin dia centil dan suka ngerjain orang. Kali ini dia dapet kata-kata baru buat ngerjain orang. Hari pertama, dia nelepon temannya :


"Rin, gue udah tau semuanya !"


"Hah.." Suara disana terdengar lemas. "Ta, elu jangan bilang Indri kalo gue jalan sama cowoknya ya Ta. Gue ada voucher makan di HokBen, elu jangan bilang-bilang yah. Sori gue cuma bisa ngasih itu doang."


"Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue." Begitu telepon ditutup, Ita langsung teriak girang. "Wah oke juga nih, gue dapet voucher HokBen !! Coba gue praktekin lagi."


Kali ini Ita masuk kamar kakaknya dan langsung bicara pelan didekat kuping kakaknya yang lagi tiduran.


"Ton, gue udah tau semuanya. Ternyata gitu ya Ton."


Toni langsung bangun, mengambil sebuah kunci dan berbisik pada Ita. "Ta, lu boleh pake mobil sebulan penuh plus gue kasih bensinnya. TApi jangan bilang Papi kalo gue nge-gele yah !!!"


"Beres Bro... "


Ita benar-benar girang, kali ini dia mencegat Papinya yang baru pulang kerja. "Pah,." Ita mengejar Papinya yang cuek bebek "Pah, Ita mau ngomong."


"Ada apa sih Ta ?!! Papa capek nih."


"Ita udah tau semuanya Pah..."


Mendadak Papanya celingukan, mengeluarkan HP dan menelepon seseorang "Ta, Credit Card kamu udah Papa aktifkan lagi. Tapi !!! Jangan pernah bilang ke Mama soal si Ijah, ya.."


Ita girang campur sebel. Ternyata Papanya menduakan Mamanya cuma demi pembantunya si Ijah. Ita langsung berlari tanpa sepatah katapun.


Diluar, Ita bertemu Pak Udi, sopirnya yang sudah belasan tahun bekerja di keluarganya. Ita mulai usil lagi. Dia kesal juga, pasti pak sopir tau juga soal Papanya dan si Ijah, tapi bungkam selama ini, gue kerjain juga nih, pikirnya.


"Pak !!!" Ita benar-benar membuat kaget sopirnya, "Saya sudah tau semuanya."


Pak Udi terbengong, dan perlahan meneteskan airmatanya.


Ita malah bingung.


"Ita...!!! Peluklah Bapakmu ini Sayang. Akhirnya kau tahu juga Nak...!"
undefined
undefined
KS dan Vian
Kenalin namaku Adrianus Dwi O.P. Sering dipanggil vian / GEMBEL. Kalo kalian mau manggil aku gembel, It's Okay ! Gue nganggep blog adalah buku diary gue. Blog ini akan berisikan pengalaman-pengalaman yang akan mebuat pembaca terinspirasi. Maka dari itu gue sebut Blog ini dengan Another Way to Succes.
undefined
undefined
KS dan Vian
Yth. Menteri Lingkungan Hidup
Di tempat

Selamat Siang, Pak. Ijinkan saya untuk memperkenalkan diri, nama saya Vian. Mungkin bapak tidak mengerti maksud saya menulis surat ini, tapi perlu diketahui saya juga tidak tahu maksud saya menulis surat ini. Bapak mungkin tidak kenal saya, tetapi saya kenal bapak karena bapak adalah teman dari kakeknya teman ayah sepupu nenek keponakan tukang bakso di depan sekolah saya. Nah bingung kan? saya juga bingung, tetapi tak usah dipikir.

Nah, sekarang kita masuk ke inti pembicaraan. Maksud saya mengirim surat ini bukan untuk meminta uang jajan kepada bapak, tetapi saya ingin berbagi ilmu kepada bapak (walaupun saya hanya seorang bocah kecil, bau, dekil). Selama saya sekolah, saya pernah diajarkan pelajaran tentang lingkungan hidup, seperti contohnya IPS Geografi, Biologi, dan pelajaran kebanggaan saya KPDL. Ketika marak perbincangan tentang Go Green, saya mulai menganalisa lingkungan di sekitar kita. Analisa ini sudah saya lakukan bertahun-tahun. Oke, untuk menanam kembali pohon-pohon, kita harus membeli semangka dari toko bang Mamat. Lho kok sampe Bang mamat ? Ya Bang Mamat adalah yang punya Toko Buah Sejahtera. Saya sering banget main ke tokonya Bang Mamat. Lho kok jadi curhat ? Kita balik lagi ke pembicaraan. Maksud ane adalah kita beli buah di tokonya bang mamat, lalu buang bijinya di tepi-tepi jalan. Paling 5 tahun ke depan sudah banyak pohon di negara kita. Jadi kesimpulannya jangan tebang pohon sembarangan ! (gak nyambung -_____-). Sekian surat dari saya. Terima kasih.

Semarang, 23 Desember 2010



Penulis Dekil