KS dan Vian
Oke, Apa kabar para readers ?

Seperti yang gue katakan di post terakhir gue, gue putus dengan Mutiara. But, Selasanya Kita balikan lagi. Zzz, Mungkin gue cowok plin-plan, yang gak tahu betul tentang cinta.. Banyak lika-liku cinta yang gue alami seminggu ini. Dan gue berlatih untuk setia. Gue dah jarang sms.an dengan si “D”. Gue hanya sms.an ama Mutiara. Dan apa yang dilakuin Mutiara ? Siang ini Mutiara malah sms.an dengan si “A”. F*ck ! Itu kata pertama yang gue pikirkan setelah gue tahu dia sms.a dengan “A”. Haha, gue cowok goblok yang bisa digituin aja ama cewek. Padahal gue udah beretikad baik untuk “Setia”, dan itu balesan dia. Dan itu menambah pikiran gue tentang cinta, bahwa Love is F*CK ! Gue gak pantes ngrasain cinta. Cinta bikin loe sesat, Vian. Pikirin tu UN, Vian !

KS dan Vian
Hari ini (baca:16 Januari 2011) gue resmi putus ama Mutiara. Pastinya karena masalah si "D" lagi. Dan gue pikir-pikir gue sms.an ama siapapun adalah hak gue. Karena itu privasi gue. Dan gak seharunyas dia nglarang gue sms'an ma siapapun. Well, saat tadi gue buka facebook, gue liat status temennya mutiara bilang gini : "mata anda pece ya?? perlu diperiksakke tu ! jelas.jelas ayu koncoku to ya ! opo apik'e dn sampek mbo bangga.bangga ke?? mung menang editan foto tog og ! fth :p" . Gue renungin tu kalimat satu persatu . Ini jamannya cari cewek cantik ya ? Gue pikir sekarang cari cewek dari hatinya. Jujur gue suka ama cewek yang Stay cool, yang gak ngejar-ngejar cowok terlalu over. Dan gue suka ama cewek yang dewasa. Cowok jaman sekarang, setau gue suka dengan cewek yang bikin penasaran. Gue inget kata-kata bu swan waktu nasihatin temen-temen cewek gue, beliau bilang gini : "Jadi cewek harus buat cowok penasaran, jangan terlalu over." Dan itu gue inget-inget selalu. Thx bu swan :) Dan gue bilangin para readers yang cewek, buatlah cowok penasaran dengan dirimu. Jangan banggain mukamu :) Good Luck Vian !
KS dan Vian
kali ini gue cuma mau beritau tentang keberadaan blog gue saat ini di google.
Tadi waktu gue iseng-iseng ngetik nama blog gue, gue nemuin blog gue ada di daftar kedua dan berada di page one..
Good luck Vian !

KS dan Vian
Udah lama gak ngepost di blog tercinta ini.
jadi kangen..
di post ini gue pingin mengulas tentang yang gue alami .

pertama gue pingin crita tentang pengalaman di cemburui.
well, Apa yang dimaksud cemburu ??
menurut KBBRI cemburu adalah hati atau mencurigai.

sebetulnya gue gak tau betul tentang cemburu, tapi gue hanya mengerti cemburu pasti ada kaitannya dengan "cinta". berulang kali hubungan gue kandas karna masalah "cemburu". apa kalau kita pacaran, kita tidak boleh dekat dengan wanita lain ? kalau begitu sangat mengenaskan sekali. berarti kita tidak boleh dekat dengan ibu kita ? padahal ibu kita yang setia mengandung 9 bulan. Mungkin wanita yang over "Cemburu" berpikiran sangat dangkal ?

Hal ini yang baru gue alami sekarang. Pacar gue yang terakhir ini cemburu dengan salah satu cewek di sekolah gue yang memang sering nemenin gue sms. sebut saja cewek itu "D". Setiap gue bilang tentang si "D" ke pacar gue. pasti pacar gue ini selalu
ngambek minta putus segala. zzz -,-. ternyata ribet juga punya pacar, ngrasain cinta. dan jujur hubungan gue dan "D" hanya sekedar teman. Sedangkan pacar gue ini temen cowoknya seabrek. kenapa dia yang selalu ngambek dan cemburuan? sebut aja tmen cowoknya "Dt","A", dll. ini fotonya KLIK

Dan dengan segala pengalaman PAHIT cinta gue ini dan karena wajah gue yang gak ada bagusnya, gue sudah memutuskan untuk masuk Seminari Menengah St. Canisius Mertoyudan. Gue rasa gue gak menikah untuk menikah saat dah gedhe (baca: besar). Gue liat romo-romo hidupnya malah tentram. Gue pingin hidup membiara. dan alasan lainya gue gak mau hidup di Semarang. Gue pingin ngrasain hidup di Mertoyudan, Magelang. Semoga saja keterima di sana. Good luck Vian.
KS dan Vian
Seorang pria yang sangat humoris, suatu ketika divonis oleh dokter bahwa ia menderita penyakit kronis dan hidupnya tidak lama lagi. Sulit bagi dokter tersebut untuk memberitahupria itu tentang apa yang sebenarnya terjadi. “Pak, sulit sekali bagi saya untuk mengatakan ini. Tapi anda harus mengetahuinya..bahwa Anda….menderita penyakit kanker otak stadium 2,” kata dokter itu dengan terbata-bata.
Namun, ternyata reaksi pria itu sungguh di luar dugaan. Setelah sempat terdiam beberapa detik, ia kemudian tertawa keras. Dokter dan perawat sempat mengira pria ini terguncang jiwanya mendengar kabar itu dan membuat dia menjadi kurang waras. Tapi, kemudian pria itu berkata, “Kanker otak, ya?” Waww.. itu bukan penyakit sembarangan, dan jarang-jarang ada yang kena…. hahahaha…hahaha” Tak hanya itu, ia bahkan dengan enteng menceritakan penyakitnya itu ke pasien-pasien lain di RS itu, tak lupa sambil selalu tertawa. Seolah penyakitnya itu hanyalah satu episode lucu dalam hidupnya.
Empat bulan kemudian, kondisinya semakin memburuk. Ia tak mampu lagi melakukan aktivitas seperti biasanya. Ia terbaring lemah di tempat tidur, tapi matanya masih menunjukan keceriaan. Dokter mengunjunginya, dan dengan berat mengatakan bahwa hidupnya mungkin tak lama lagi. Pria itu meminta sang dokter mendekat ke arahnya, dan ia membisikkan sesuatu ke telinga seorang dokter.
Dokter itu tampak terkejut, tapi karena itu adalh permintaan seseorang yang hidupnya tak lama lagi, dokter itu pun menurutinya. Dua bulan kemudian, pria itu meninggal dunia. Bertahun-tahun kemudian, sang dokter masih sering dating ke kamar bekas pasiennya itu untuk mengenangnya. Seorang suster yang belum lama kerja di RS itu bertanya mengapa mantan pasien itu begitu special buat sang dokter. “Pria ini begitu luar biasa. Ia menerima vonisnya dengan ketegaran yang menakjubkan, dan ia tak pernah lelah membagikan canda dan tawa kepada semua orang di RS ini. Bahkan sebelum meninggal, ia berpesan bahwa ia ingin difoto sambil tersenyum,” kata dokter itu tak kuasa menahan haru.
“Hah, jadi orang yang ada di foto itu…?” Suster itu pun terkejut.
Foto pria itu dipasang di Lobi RS sehingga siapapun yang melihatnya akan terinspirasi oleh keceriaannya yang terpancar dari wajahnya. Penyakit tidak bisa mengalahkannya. Ia tetap bahagia, tak peduli bagaimana kondisinya.


Pesan cerita :

Anda tidak perlu menunggu menjadi kaya, terkenal, atau mungkin sembuh dari penyakit kronis untuk bahagia. Karena bahagia itu sangat sederhana. Kunci kebahagian adalah bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidup. Berbahagialah selama kamu masih hidup. ^^
KS dan Vian
Post ini gue ambil dari Blog nya Marsha, THIS MY LIFE.
Bagi yang membutuhkan, silahkan copy-paste. Saya mengijinkan.



PENDIDIKAN LUAR KELAS (OUTDOOR EDUCATION)
AKTIVITAS ALAM BEBAS

Aktivitas yang bisa dilakukan di alam bebas banyak ragamnya, antara lain berolah raga, menyalurkan hobi, sarana pendidikan, atau sekadar menikmati keindahan alam. Pernahkah kamu merencanakan aktivitas penjelajahan di alam bebas? Bagaimana memecahkan masalah yang ditemukan ketika melakukan aktivitas alam bebas tersebut?

A. RENCANA KEGIATAN PENJELAJAHAN
Aktivitas yang akan dilakukan kemunselama berpetualang di alam bebas perlu dipersiapkan oleh setiap petualang atau pendaki. Hal ini mengurangi kemungkinan berbagai risiko yang terjadi. Cuaca yang buruk, medan yang sulit dilalui, dan minimnya sumber air merupakan risiko-risiko yang harus diantisipasi sedini mungkin dengan persiapan fisik, mental, skill/keterampilan, dan informasi yang lengkap. Jangan memaksakan kehendak pribadi yang dapat merugikan kelompok. Kondisi kesehatan harus benar-benar fit dan menyadari kemampuan diri atas aktivitas yang akan dilakukan untuk mengurangi risiko-risiko yang terjadi. Selain itu, perlengkapan dan perbekalan yang dibawa tidak perlu mahal atau bagus, yang penting berguna dan mempunyai fungsi yang tepat.
Sebagai titik acuan kegiatan, sebaiknya melakukan perencanaan aktivitas agar dalam perjalanan dapat terarah dan terkendali. Misalnya, membentuk kelompok dan memilih pemimpin yang berpengalama, merencanakan kegiatan selama di alam bebas, termasuk perlengkapan yang dibawa, kapan, berapa lama, di mana, dan bagaimana mencapai daerah tujuannya.
Berdasarkan aktivitas yang dilakukan, perlengkapan dapat dikelompokkan pula menjadi tiga, yaitu perlengkapan pribadi, perlengkapan kelompok, dan perlengkapan teknis. Perlengkapan pribadi disesuaikan dengan kebutuhan pribadi seperti yang akan dijelaskan dalam buku ini. Perlengkapan kelompok adalah perlengkapan yang dibawa tidak hanya untuk kebutuhan pribadi, tetapi memenuhi pula kebutuhan semua anggota kelompok, seperti perlengkapan P3K, tenda, peralatan masak dan makan, bahan bakar (spiritus, parafin, minyak tanah, dan perlengkapan lainnya). Perlengkapan teknis, yaitu perlengkapan khusus aktivitas yang akan dilakukan, misalnya perlengkapan untuk penelitian, pendakian, ekspedisi, atau arung jeram.

B. PERSIAPAN DAN PENDAKIAN

1. Perlengkapan Mendaki
Untuk sebuah pendakian gunung dibutuhkan peralatan yang memadai. Perlengkapan mendaki gunung, antara lain sebagai berikut.

a. Sepatu
Sepatu merupakan perlengkapan terpenting dalam mendaki gunung. Sepatu untuk mendaki harus memiliki sol yang baik, yaitu mempunyai “kembang” yang besar dengan ceruk yang tajam serta berpunggung tinggi. Sol seperti ini berguna untuk meletakkan kaki secara mantap pada tebing-tebing curam dan berbatu serta sangat membantu kaki untuk menahan berat badan pendaki.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih sepatu untuk berjalan di alam atau mendaki gunung. Pertama-tama perhatikan ruangan di dalam sepatu. Apakah ruangan tersebut luas, sehingga jari-jari kaki tidak terdorong ke depan dan tertekuk? Ini penting sekali diperhitungkan, terutama untuk menuruni gunung atau lembah. Pilihlah satu nomor lebih besar dari ukuran sesungguhnya dan mempunyai leher yang cukup tinggi, sehingga melindungi mata kaki dan memperkokoh pergelangan kaki.

b. Ransel
Ransel merupakan perlengkapan untuk membawa semua barang ketika berjalan atau mendaki gunung. Dengan mengenakan ransel, berat barang-barang dipanggul dan ditahan oleh pundak. Kedua belah tangan pun bebas dan tidak usah memegangi barang-barang tersebut. Komponen penting pada sebuah ransel adalah sabuk penggendong. Setiap ransel mempunyai dua buah sabuk penggendong yang menyilang di bahu. Sabuk yang baik adalah yang dilapisi busa atau bahan lembut lainnya, agar beban ransel tidak menyebabkan bahu sakit.
Kenyamanan membawa ransel tergantung pada pengepakan barang di dalamnya. Ada beberapa prinsip yang harus dipegang dalam pengepakan, antara lain sebagai berikut.
1) Letakkan barang-barang yang berat di bagian atas dan barang-barang yang ringan di bagian bawah. Itu penting dilakukan agar berat seluruh beban jatuh di pundak, bukan di pinggang atau punggung. Bagilah berat itu secara merata di sebelah kiri dan kanan, jangan menyiksa salah satu bahu dengan berat yang tidak seimbang.
2) Letakkan barang-barang yang dibutuhkan dalam perjalanan di bagian atas. Sedapat mungkin kelompokkan barang-barang tersebut menurut fungsinya, lalu letakkan bersama-sama menurut tingkat kebutuhannya. Perlengkapan tidur misalnya, diletakkan paling bawah karena baru akan digunakan pada waktu malam hari. Pakaian diletakkan di atasnya. Kemudian dimasukkan perlengkapan masak dan makanan. Tenda diletakkan paling atas. Karena selain lebih berat, juga karena harus dipasang terlebih dahulu pada waktu akan berkemah.
3) Manfaatkan ruangan yang ada di dalam ransel seefisien mungkin. Maksudnya, apabila ada panci di dalam ransel, jangan biarkan ruangan di dalam panci kosong. Isilah ruangan itu dengan benda-benda lain yang dapat masuk, misalnya: beras dan telur. Demikian pula bila ada cangkir, isilah dengan benda-benda kecil yang mungkin masuk, misalnya bungkusan gula dan kopi.
c. Pakaian
Perubahan suhu udara sering terjadi secara tidak terduga di gunung. Oleh karena itu, pakaian mendaki gunung harus dipilih sesuai dengan keadaan tersebut. Pemilihan bahan atau model pakaian mesti dipilih terutama untuk menjaga kehangatan tubuh, mampu menahan serangan angin atau hujan. Selain itu juga harus diperhitungkan bahwa ketika berjalan atau mendaki gunung, pakaian tidak menyebabkan keringat tertahan hingga terjadi kondensasi di permukaan kulit.
Parka dan anorak adalah model jaket untuk menahan angin dan menahan air (jaket hujan). Secara umum, parka untuk menahan angin terdiri atas dua jenis. Jenis pertama adalah parka yang terbuat dari bahan sederhana, seperti katun atau nilon. Di dalamnya, masih memakai baju lain, seperti kaus atau sweater. Jenis kedua adalah yang disebut super parka atau down jacket. Jaket ini terbuat dari bahan dua lapis yang berisi dacron atau down. Jaket jenis ini berguna sekali untuk udara dingin di gunung-gunung es karena mampu menghangatkan badan kendati udara berada di bawah nol derajat celcius.

d. Tenda
Tenda merupakan tempat yang terbaik untuk berlindung terhadap angin dan hujan. Di sinilah pendaki gunung beristirahat dengan sebaik-baiknya, setelah seharian penuh berjalan. Tidur di tenda yang nyaman akan mengembalikan tenaga, agar mampu melanjutkan perjalanan esok hari. Dilihat dari konstruksinya, tenda dapat dibagi atas dua golongan, yaitu tenda bertiang dan tenda berangka. Tenda yang bertiang membuat ruangan di dalamnya sempit, akan tetapi lebih sederhana dan ringan karena tidak banyak memakai tongkat logam.
Dari bentuknya, tenda secara garis besar terbagi atas tipe prisma, tipe piramid, dan tipe kubah. Memang masih ada tenda-tenda yang bentuknya tampak lain, tetapi bila dilihat dengan teliti sebenarnya bentuk itu merupakan variasi saja dari salah satu tipe tersebut atau gabungan dari beberapa tipe.
Ada tenda yang sesungguhnya mempunyai bentuk tipe prisma tetapi dindingnya dibuat lebih tinggi, sehingga atapnya menyempit. Ada pula tenda tipe piramid yang dindingnya demikian luas, sehingga bentuknya kubus yang diberi atap.

e. Perlengkapan Tidur
Tidur di gunung yang berhawa dingin membutuhkan perlengkapan khusus. Sarung atau selimut tentu saja bukan perlengkapan yang memadai. Selimut yang tebal mungkin cukup hangat pada gunung-gunung yang rendah dan tidak terlalu dingin. Akan tetapi, selimut yang tebal, selain berat dan besar bila dilipat, juga tidak dapat menjamin terus apakah cukup mampu menahan dingin di gunung yang cuacanya tidak pernah bisa diramalkan.
Bahan yang terbaik untuk kantung tidur di gunung adalah down atau duvet. Down atau duvet adalah bulu-bulu halus dari unggas akuatik, biasanya angsa atau bebek. Bulu-bulu halus tersebut terdapat di antara kulit dan bulu-bulu kasar yang kelihatannya secara fisik pada angsa atau bebek. Dengan sendirinya, kantong tidur dari bahan ini sangat mahal harganya. Down atau duvet mampu menghangatkan badan kendati suhu udara di bawah nol derajat celcius. Tentu saja ketebalan kantong tidur dan banyaknya down atau duvet menentukan sampai berapa derajat suhu udara yang mampu dilawan ole sebuah kantong tidur.

f. Perlengkapan masak
Kalau tidak terpaksa sekali, masak di atas gunung dengan menggunakan kayu sudah bukan zamannya lagi. Di Indonesia memang kebanyakan gunung berhutan lebat dan mudah mencari kayu untuk masak, tetapi pada beberapa gunung tinggi di Irian Jaya sama sekali tidak ditemukan sepotong kayu pun untuk digunakan sebagai bahan bakar.
Kompor yang kecil dan praktis adalah pilihan terbaik untuk masak di gunung. Di beberapa kota besar di Indonesia, kompor gas butana (butane) yang kecil dan ringan menjadi pilihan. Di Indonesia, kompor gas butana yang ada di pasaran adalah “Super Bleuet 206” buatan Perancis. Dengan beberapa tabung gas (catridge) sebagai cadangan, kompor ini praktis dipakai untuk pendakian gunung satu atau tiga hari lamanya. Panas yang dihasilkan kompor gas ini sangat baik karena apinya tidak menyebabkan panci berkerak dan hitam. Akan tetapi, gas tidak diperkenankan masuk pesawat terbang, sehingga hal ini menjadi masalah tersendiri apabila rencana pendakian akan dilakukan di pulau lain yang jauh dan membutuhkan pesawat terbang sebagai transportasi.
Setelah kompor, kini perlengkapan yang harus disediakan adalah panci kecil dari aluminium atau baja putih (stainless steel). Dua belah panci kecil adalah jumlah yang cukup untuk melengkapi sebuah pendakian gunung. Jangan lupa membawa tapas untuk mencuci panci dan peralatan lain, juga lap untuk mengeringkannya. Sebagai pengganti sabun cuci, pergunakanlah tanah atau pasir, terutama apabila di panci tersebut melekat minyak atau lemak makanan.
Perlengkapan yang lebih praktis adalah yang biasa disebut nesting, yaitu satu set panci yang dapat disusun menjadi satu apabila tidak dipakai. Nesting yang biasa dipakai tentara adalah bentuk yang praktis terdiri dari dua buah panci dan satu piring yang dapat pula dipakai untuk menggoreng, dilengkapi dengan dua buah tangkai panci yang dapat dilepas dan dipasang.
Sendok dan cangkir yang terbuat dari melamin baik sekali untuk dibawa ke gunung. Kelebihan melamin adalah kemampuannya untuk bersih karena hanya dengan siraman sedikit air saja sendok atau cangkir melamin langsung bersih. Bahkan, hanya dengan diseka kertas tissue atau lumut, melamin sudah cukup bersih. Minyak dan gemuk yang melekat akan gampang melepas.

g. Perlengkapan dan Air Minum
Makanan siap pakai (instant) merupakan pilihan pertama untuk dibawa sebagai bekal mendaki gunung. Banyak keuntungan dari makanan siap pakai ini, yaitu ringkas serta cepat masak sehingga menghemat waktu dan bahan kompor. Ini penting agar pendaki tidak repot membawa ekstra bahan bakar untuk kompor dan membuang waktu hanya untuk memasak. Lagipula dewasa ini tidak ada kesulitan untuk memperoleh makanan siap pakai atau saji di toko-toko, seperti korned (daging kaleng), sarden, mie instant, biskuit, coklat, dan havermout.
Kebiasaan makan di gunung sedikitnya harus dibatasi. Misalnya, beras terlalu berat untuk dibawa dan banyak menghabiskan bahan bakar untuk memasaknya. Fungsi nasi bisa diganti dengan makanan-makanan lain yang banyak mengandung hidrat arang. Misalnya, roti, biskuit, havermout, atau apel kering.
Seorang pendaki gunung setiap hari membutuhkan sekitar 5.000 kalori dari 70 gram sampai 100 gram protein. Pengaturan makanan yang baik akan membantu pengeluaran tenaga secara efektif. Pembagian makanan itu sebaiknya juga mempertimbangkan kemudahan-kemudahan, terutama ketika sedang dalam perjalanan.

h.Perlengkapan Tambahan
Selain perlengkapan utama, untuk melengkapi pendakian masih ada sederetan daftar barang yang harus dibawa. Pada waktu berkemah di malam hari, senter merupakan perlengkapan penting. Pilihlah senter yang kedap air. Beberapa batang lilin ada baiknya dibawa karena akan berguna sebagai penerang apabila tidak ada angin. Dalam suatu regu pendakian yang beranggotakan banyak orang, lentera yang tahan tiupan angin kencang merupakan pilihan yang baik untuk penerangan di malam hari.
Payung yang dapat dilipat dengan ringkas merupakan perlengkapan yang kerap dilupakan. Kendati bermanfaat banyak, payung bukan hanya berguna untuk melindungi tubuh dari hujan dan sengatan matahari, tetapi dapat pula dipakai untuk menampung air. Payung yang dikembangkan dan ditelentangkan dapat pula mengumpulkan titik-titik air yang menempel di daun-daun.
Perlengkapan lain yang harus dibawa seperti golok atau parang, kantong plastik, penangkis serangga (insect repellent), dan minyak pelindung matahari (sun oil, sun burn, atau sun preventives). Untuk perlengkapan pribadi, jangan lupa membawa obat-obatan pribadi (terutama yang mempunyai penyakit tertentu), satu set peralatan P3K, dan perlengkapan kebersihan badan seperti sabun, odol, sikat gigi, sisir, cukur kumis, dan perlengkapan lainnya.

2. Cara Mendaki Gunung
Pendakian dimulai melalui padang rumput atau hutan, tetapi harus tetap pada jalur (jalan) menuju puncak gunung. Pendakian semacam ini tidak membutuhkan peralatan khusus, melainkan hanya membutuhkan fisik yang prima. Namun, hal itu tetap harus membawa perlengkapan bantuan pertama, seperti pakaian dingin dan makanan tambahan.
Akan tetapi, mungkin setelah melalui jalan tersebut, terdapat karang curam yang kelihatannya gampang untuk ditempuh dan hanya sesekali menggunakan tangan yang disebut Grade I. Setelah itu terdapat karang yang lebih curam (Grade II dan III). Di sini para pemanjat harus menggunakan tali bersama-sama, karena bila satu yang terpeleset, maka yang lainnya dapat menghalanginya terjatuh.
Jika karan lebih curajm lagi dan lebih berbahaya (Grade IV dan V) semua pendaki sebaiknya berhenti di tempat yang aman. Pendaki kedua mengulurkan tali kepada pimpinan (leader) yang terus melakukan pemanjatan. Setelah berada pada tempat yang aman, pimpinan akan membawa satu per satu ke tempat tersebut. Jika tidak terdapat tempat yang aman, maka pemanjat dapat membuat sendiri dengan cara menancapkan paku (spike) besi ke atau piton ke dalam celah karang. Pendaki harus membuat atau mengebor karang dan menaruh baur atau mut tertentu yang berfungsi sebagai piton.
Para pendaki dapat melakukan pemanjatan vertikal sempurna atau bergantung pada karang walaupun tanpa jalan di sekitarnya. Cara ini harus mempunyai persiapan yang matang dengan suatu jenis pemanjatan yang dikembangkan pada abad XX, seperti artifical dan tension climbing. Pimpinan akan membuat tangga dari piton. Pemanjat yang ada di bawah menjaga (hold) pimpinan dari ujung piton. Sementara itu, ia menancapkan satu lagi di atasnya dan pemanjat dapat berdiri pada pemijak kaki bergancu (strub hooeg) yang dikaitkan ke piton dan dapat menggunakan tangga portable yang pendek untuk memanjat lebih tinggi.
Puncak gunung yang tinggi biasanya diselimuti oleh es atau salju. Kalau terdapat es dari salju, pendaki dapat membuat tempat pijakan menggunakan kepah es. Setiap pendaki harus membawa kerangka baja dengan paku (spike) tajam yang disebut crampons (piringan besi dan paku), lalu mengikatkan kerangka tersebut ke boot. Dengan demikian, pemanjat dapat berjalan mendaki tanpa tergelincir walaupun pada kemiringan 40 derajat. Pendakian merupakan olah raga yang berisiko tinggi dan keberhasilan menaklukan suatu puncak merupakan suatu kebanggaan.
KS dan Vian
Kejadian ini berlangsung tadi siang. Waktu itu gue lagi makan ama temen sekelas. Tau-tau ada Lia (baca: temen'e audrey)yang bawa surat dari anak kelas 7. surat itu langsung gue kasih ke kaye lalu dibaca ama temen-temen anak kelas 9I. Ne ada foto surat itu.



nama pengirim suratnya ane sensor biar kagak sakit ati.